Kamis, 26 Mei 2011 - 09:36:10 WIB
HAFLATUL IKHTITAM ALUMNI XIII
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Madrasah Aliyah - Dibaca: 575 kali

Haflahatul Ikhtitam ialah pelepasan santriwan/santriwati kelas VI TMI setelah melampaui beberapa rintangan dan hambatan bagi seorang santri. Mereka masuk dengan khusnul khotimah dan dilepaskan secara khusnul khotimah pula. Acara ini telah dilaksanakan dengan lancar pada hari Ahad, 19 Jumadis Tsaniyah 1432 H bertepatan dengan 22 Mei 2011 M. Acara ini sangat berkesan khususnya bagi santriwan/santriwati akhir tahun (kelas VI TMI). Sungguh perjuangan yang sangat hebat dan akbar untuk menjadi alumni, karena 6 atau 4 tahun berada di Pesantren menjabat sebagai santri dengan melalui beberapa hambatan, mulai dari tidak betah karena jauh dari orang tua, disiplin ketat maupun masalah-masalah yang lainnya. Tapi dengan sabar dan tegar mereka lalui masalah-masalah tersebut. Memang pahit tapi hasilnya sungguh sangat manis. 
Untuk mempersiapkan acara ini pun butuh waktu yang cukup lama mulai dari mendirikan panggung, membuat taman, penataan panggung, mempersiapkan konsumsi dan lain-lain. Panitia dari acara ini adalah santriwan/santriwati kelas V TMI. Acara ini dimulai dengan Marawis dan Rebana sebagai pra acara. Pemainnya dari santriwan kelas 1 dan 2 TMI. Dan untuk sambutan pada Haflatul Ikhtitam tahun ini sungguh sangat mengesankan. Diawali sambutan dari adik kelas yang akan ditinggalkan (diwakili oleh Yusvin, santriwati kelas V TMI), sambutan dari wakil Calon Alumni XIII (diwakili oleh Esa Ari Priyanto), sambutan wali santri calon alumni ke-13 yang diwakili oleh wali dari Fatmah Agni Sarakh. Sambutan berikutnya dari Ketua Yayasan Darul Mujahadah yang diwakili oleh Bapak H. Moh. Sayyidi AF yang memberikan komentar yang sangat bagus bahwa di Darul Mujahadah masih memegang teguh 3 prinsip pendidikan yang di sekolah-sekolah luar tidak miliki. Tiga prinsip tersebut adalah (1) Head (Otak), (2) Hand (Keterampilan) dan (3) Heart (Hati. Poin yang ketiga lah yang dari awal dan sampai sekarang dan bahkan yang akan datang Pondok Pesantren Darul Mujahadah akan tetap memegang teguh. Sehingga bukan hanya otak dan keterampilan saja yang didapat oleh para santri kelak setelah mereka keluar dari pesantren, tetapi hati (perilaku_red) yang harus mereka jaga supaya hidup lebih lurus dan berguna bagi diri sendiri dan masyarakat.
Yang membedakan Haflatul Ikhtitam tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah adanya ceramah agama/siraman rohani yang diisi oleh H. Ahmad Bundari dari Jakarta yang banyak memberi pesan berharga bagi semua civitas akademika Pondok Pesantren Darul Mujahadah. Beliau berpesan dan memberikan motivasi yang sangat berharga kepada para santri. “20 tahun yang akan datang santrilah yang akan memimpin negara dan santri pun bisa” sahut Beliau. Dan sambutan yang terakhir disampaikan oleh KH. Asrori Muhtarom selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah. Disini beliau mengatakan “yang ditanyakan malaikat di kubur nanti bukanlah prestasi ataupun masalah dunia yang lainnya melainkan amal perbuatan kita”. Dan di sinilah, di Pondok Pesantren Darul Mujahadah kita mencetak para santri yang berakhlaqul karimah. Bukan ilmu dunia saja yang kita pelajari melainkan ilmu akhirat.
Kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu Yudisium. Predikat Mumtaz I (Cumlaud_red) diraih oleh Eko Hadi Kuncoro, santriwan dari Harjawinangun, Balapulang Tegal dan Fatikhatul Muawanah, santriwati dari Harjawinangun, Balapulang Tegal meraih peringkat Mumtazah II. Untuk Jayid Jiddan diraih oleh dua santri dan Jayid sejumlah tiga santri.
Setelah Yudisium selesai dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan kepada Kepala Sekolah MA (Ustad H. Khaerudin), Kepala MTs (Ustad Nahrawi), Wali Kelas VI TMI (Ustad Sulthoni), Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mujahadah (KH. Asrori Muhtarom) dan sarana untuk Pesantren. Pada tahun ini, Alumni ke-13, memberikan kenang-kenangan berupa Sofa dan Almari Display untuk Tropy (Piala).
Acara ini diakhiri dengan berjabat tangan. Semua santri berjabat tangan dengan alumni serta mengatakan apa yang ingin mereka katakan kepada adik kelas maupun sebaliknya. Sebagian juga ada yang menangis untuk meninggalkan dan ditinggalkan. “Bukan perpisahan yang kami sesali tapi pertemuanlah yang kami sesali”. Perpisahan bukanlah akhir dari segalanya.



4 Komentar :

ane tetep alumniy
26 Mei 2011 - 14:51:24 WIB

kenapa yang namanya pondok darul mujadah gak bisa dilupakan oleh para alumninya?..........apakah itu semua karena mereka dididik ustadz dan ustadzah yang selalu ikhlash.......he hem
obitz cuakep
16 Juni 2011 - 14:30:00 WIB

Abah adl so2k yg trbaik yg prnah q tmui.
who am I?
10 September 2011 - 06:21:36 WIB

Q alumni, mas admin.. adakah arsip khaflah alumni 11?? thanks
Alfin Hidayatulloh
22 Januari 2012 - 22:49:27 WIB

SAAAAAAAAADDDDDDDDDDDDDAAAAAAAAAP
BUat PP DARUL MUJAHADAH
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)