Minggu, 08 Januari 2012 - 11:18:52 WIBManusia BionicDiposting oleh : Heru Purnomo
Kategori: Sains & Tekhnologi
- Dibaca: 79 kali
Pada masa mendatang, mengalami cacat fisik karena sebuah
kecelakaan bukan menjadi halangan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari
layaknya manusia normal. Teknologi robot yang terus berkembang akan
menggantikan sebagian anggota tubuh yang hilang itu. Dari mata hingga kaki.
.......................
Inilah sebagian robot-robot yang telah tercipta untuk
menggantikan anggota tubuh yang mengalami catat. Terknologi robot ini
terus disempurnakan hingga mendekati bentuk dan fungsi aslinya.
Robot
Mata dan Telinga
Anda mengalami
kebutaan akibat kecelakaan? Kini telah tersedia mata robot. Para ilmuan di
London Inggris berhasil menciptakan retina mata elektronik sebagai pengganti
retina mata yang rusak.
Implan retina elektronik atau mata bionik ciptaan ilmuan MIT ini dapat membantu
orang-orang cacat mata untuk melihat dengan lebih baik.
Diakui, rekayasa ini belum sesempurna mata asili. Tetapi dengan
menggantikan fungsi sel-sel retina, robot bionik ini dapat membantu memberikan
tingkat visi dasar bagi mereka yang menderita retinitis pigmentosa, penyebab
utama kebutaan.
Pengguna mata bionik memakai kacamata khusus yang dilengkapi kamera yang
mengirimkan gambar relay ke chip. Chip dibungkus titanium ditanamkan pada
permukaan luar bola mata. Ketika menerima signal, chip mengolah data dan
mengirimkannya ke syaraf optik di bawah retina mata. Kacamata juga
mengirimkan signal secara nirkabel ke chip.
Selama 20 tahun, ilmuwan MIT berupaya menyempurnakan mata bionik ini dalam
Proyek Boston Retinal Implant agar setara dengan retina asli. Pada
percobaan terhadap beberapa pasien yang buta didapatkan hasil mereka
seperti melihat awan ketika chip meneirma rangsangan.
"Kami perlu tiga tahun untuk menguji implan retina ini, agar bisa bekerja
maksimal," jelas ketua kelompok ilmuwan MIT Jhon Wyatt, seperti yang
dilansir Cnet, Selasa (29/9/2009).
Implan retina ini telah berhasil diujicobakan pada babi selama 10 bulan tanpa
merusak elektronik.
Selain menciptakan mata bionik yang melibatkan 20 tim ahli
dari seluruh dunia MIT juga tengah mengembangkan kuping bionik yang
nantinya akan menggantikan fungsi telinga pada pasien yang cacat pendengaran.
Jari
Tangan Bionik
Robot lain yang kini terus disempurnakan adalah jari tangan bionik,
prodigits Prodigits merupakan robot penganti jari tangan pertama yang
dijual secara umum.
Touch Bionics, perusahaan Inggris yang memenangkan penghargaan atas pembuatan
tangan bionik membuat sebuah tiruan jari tangan bagi penyandang
cacat. Dengan alat ini pasien yang tangan dan jarinya diamputasi dapat
menjalankan aktivitas normalnya kembali. Ia kembali bisa
menulis, minum dan aktivitas lainya seperti sebelum amputasi.
Prodigits digerakkan dengan beberapa motor listrik. Pengguna dapat mengerakkan
jari-jari bioniknya tanpa harus melalui proses operasi.
Sensor-sensor yang bersentuhan dengan sisa-sisa jari atau otot yang tidak
teramputasi akan mengirimkan signal ke chips.. Simpul-simpul ini
kemudian diterjemahkan dalam gerakan jari-jari bionik.
“Ketika tangan dan jari teramputasi untuk memegang dan mengangkat
segelas air mustahil dilakukan. Dengan Prodigits aku bisa melakukannya
dengan mudah,” ungkap Maria Antonia Iglesias, (42) asal
Spanyol. Setelah 42 tahun menunggu akhirnya ia mampu melakukan
gerakan-gerakan sederhana itu dengan robot tangan bioniknya layaknya orang
normal.
Touchbionics melansir, Prodigits dijual dengan harga £ 35.000 sampai £
45.000. Harga ini termasuk biaya pemasangan, terapi okupasi dan kulit penutup.
Mayoritas pengguna membeli Prodigits dengan dana pribadi. Tidak ada bantuan
dari pemerintah. Karenanya Touch Bionics berupaya menjalin kerja sama
dengan National Health Service agar pembiayaan pembelian dan pemasangan
robot ini menjadi lebih murah.
Robot
Teman
Nippon Institute
of Technology, bekerjasama dengan Harada Design, ZMP dan ZNUG Design kini
tengah mengembangkan robot lain, yakni robot yang mampu menggantikan fungsi
manusia. Robot humanoid ini diberi nama E-Nuvo. E-Nuvo mempu berinteraksi
dengan murid-murid SD atau SMP
Robot didesain memiliki tinggi 126 cm sesuai dengan ukuran murid-murid SD
dan SMP. Para murid dapat berinteraksi langsung dan merawat robot ini.
E-Nuvo didesain menyerupai manusia, memiliki dua buah kaki dan
tangan serta kepala dengan total berat 15 kilogram. Sumber energi robot berasal
dari baterai Lithium Ion.
Untuk bisa berinteraksi, robot dilengkapi kamera, pengukur kecepatan,
gyro sensor, sensor deteksi penghalang, sensor jarak, dan sensor piezoelectric.
Robot ini dikembangkan dengan menggunakan Microsoft Robotika Developer Studio.
0 Komentar :
Isi Komentar :