Sejarah
Diposting tanggal: 07 Januari 2012

Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Darul Mujahadah

Perintisan mengenai berdirinya Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Darul Mujahadah Prupuk Margasari kab.Tegal berasal dari “gagasan H.Ali M’amuri, BA. Beliau berasal dari Desa Margasari kecamatan Margasari Kabupaten Tegal dan beliau adalah salah satu alumnus Pondok Pesantren Darusalam Gontor pada tahu 1978. Gagasan beliau adalah mendirikan lembaga pendidikan islam yang berupa pondok pesantren modern di desanya sendiri. Akan tetapi karena berbagai hal, ide itu belum dapat diwujudkan. Meskipun demikian hasrat untuk mendirikan Lembaga Pendidikan Islam yang berupa Pondok Pesantren Modern di kampung halamannya itu tidak pernah padam.

Kemudian dilain pihak pada akhir tahun delapan puluh satuan, para orang tua wali santri se-Jawa Tengah, yang tergabung dalam ikatan Wali Santri Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar juga mempunyai gagasan untuk mendirikan pesantren di Jawa Tengah. Gagasan itupun lagi-lagi mengalami kegagalan. Satu di antara orang tua/wali santri tersebut adalah seorang purnawirawan ABRI yang berdomisili di dukuh Kesambi desa Prupuk Selatan Margasari Kabupaten Tegal bernama Muhammad Barmawi, rupanya setelah secara kolektif mengalami kegagalan justru menimbulkan semangat baru untuk mrndirikan pesantren di kampong halamannya sendiri. Apalagi kebetulan ada tanah miliknya seluas 2.500 m2 yang beralokasi di dukuh Kampung Baru desa Prupuk Utara Kabupaten Tegal.

Memang seorang purnawirawan tersebut mempunyai niat dan hasrat yang sangat kuat, tetapi untuk mendirikan pesantren tidak serta merta segera terwujud, maklum saja karena ia bukanlah sosok seorang kyai  yang mumpuni untuk kelak dapat memimpin sebuah pesantren. Ketika mengalami kebuntuan mencari figur kyai, ibarat pucuk dicinta ulampun tiba, H.Ali Ma’muri BA mendengar informasi tentang hal ini, kemudian ia mencoba menghubungi seorang teman yang juga alumnus Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, bernama Drs.H.Asrori Muhtarom yang ketika itu sedang mengabdi (ikut mengajar) di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, beliau mengabdi di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta kurang lebih 15 tahun.

H. Ali Ma’muri menyampaikan informasi itu dan mengatakan, bahwa di Desa Prupuk Utara ada tanah yang akan diwakafkan untuk keperluan pendirian Pondok Pesantren, dan kalau saja ada yang bersedia untuk memimpin pesantren itu maka akan segera diupayakan langkah-langkah selanjutnya. Pada kesempatan itu pula H.Ali Ma’muri meminta kesediaan temannya untuk berjuang memimpin pesantren di kampung halamannya, ternyata Drs.H.Asrori Muhtarom yang juga putra asli Margasari dan konon punya cita-cita ingin hidup dan mati ditengah-tengah Santri menerima tawaran tulus temannya itu. Seteleh ada kesanggupan dari Drs.H. Asrori Muhtarom maka berhimpunlah beberapa tokoh masyarakat ( kelak menjadi pengurus badan pendiri/pengurus yayasan), bermusyawarah untuk menindak lanjuti gagasan pendirian pesantren. Pertemuan pertama para tokoh itu diadakan di kediaman Muhammad Sayidi – Margasari.

Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan dan kesepahaman untuk mendirikan Pondok Pesantren di desa Prupuk Utara di atas tanah wakaf Bp. Muhammad Barmawi. Sebagai langkah awal adalah membentuk yayasan yang akan menaungi pesantren tersebut. Maka disiapkan rancangan anggaran dasar yayasan tersebut. Pertemuan berikutnya pada hari Kamis, tanggal 27 Desember 1990. Pada pertemuan itu rancangan anggaran Yayasan disempurnakan. Sesuai dengan keinginan dan musyawarah Yayasan dengan Pimpinan Pondok maka terbentuklah sebuah lembaga pendidikan Islam yang diberi nama Pondok Pesantren Modern Darul Mujahadah . kata-kata “Darul Mujahadah” dibuat oleh Drs.KH.Asrori Muhtarom dengan melihat bahwasannya Beliau ingin agar Pesantrennya mempunyai persamaan kurikulum pembelajaran dengan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, maka dipakailah kata “ Daar” (mayoritas Pondok Pesantren yang memiliki kata “daar” adalah Pondok alumni Darussalam Gontor). Dan kata “Mujahadah” diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti “sungguh-sungguh”, kata tersebut diperoleh agar seluruh santri yang belajar di Pondok Pesantren tersebut dapat belajar dengan sungguh-sungguh. Oleh karena Pondok Pesantren Darul Mujahadah berada di bawah naungan Yayasan Darul Mujahadah maka namanyapun diperoleh darinya, menjadi Pondok Pesantren Darul Mujahadah.

Atas usulan Drs.KH.Asrori Muhtarom, disepakati nama yayasan “Darul Mujahadah” yang berarti tempat perjuangan (sungguh-sungguh). Dan akhirnya yayasan itupun terbentuk dan berbadan hukum dengan akta Nomor 55 pada seorang notaries di Tegal bernama Harjono Moekiran, S.H. tertanggal 13 Februari 1991.

Setelah yayasan memiliki azaz legalitas, maka digalilah dana untuk keperluan pembangunan pesantren. Selama dua tahun, pembangunan asrama dan ruang  belajar diprioritaskan, kemudian menyusul pembangunan kamar mandi, WC dan tempat wudlu. Pada tahun 1992 telah berhasil dibangun 2 (dua) unit bangunan masing-masing 3 (tiga) local untuk asrama dan ruang belajar serta 1 (satu) unit bangunan MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

Untuk melaksanakan langkah awal maka pada tahun 1992 guna memasuki tahun pelajaran 1992/1993 mulailah dibuka pendaftaran santri pertama. Pada tahun pertama itu hanya ada sekitar 30-an anak yang mendaftarkan diri sebagai santri, dengan jumlah putra-putri yang berimbang.

Dalam hal perkembangannya dikarenakan seiring dengan perjalanan waktu yang terus berjalan maka untuk menyeimbangkan perkembangannya, Pondok Pesantren Darul Mujahadah terus mengadakan usaha-usaha dalam hal peningkatan, baik lahan, bangunan maupun jenjang pendidikannya. Semuanya guna untuk meningkatkan mutu pendidikannya untuk bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya. Dan sejalan dengan perkembangan sarana, fisik, kapasitas Pondok Pesantren Darul Mujahadah sampai saat ini menampung santri mukim sejumlah 351 santri.

Seiring dengan terus berjalannya waktu dari tahun ke tahun terus senantiasa mengalami peningkatan dalam hal penerimaan santri baru, namun senantiasa disesuaikan dengan kapasitas sarana prasarana yang ada, sebab sejak awal Pondok Pesantren Darul Mujahadah berdiri, seluruh santri wajib mukim di asrama, meskipun rumah mereka ada di sekitar pesantren. Hal ini tentunya didasarkan pada pertimbangan struktur, mekanisme, pengelolaan operasional, dan pelaksanaan fungsi lembaga pendidikan pesantren yang muaranya adalah peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam pembangunan pendidikan secara menyeluruh, sesuai kebijakan pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Bahwasannya Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Darul Mujahadah mempunyai Visi, Misi, Motto serta Tujuan. Dan tujuan tersebut adalah sebagai berikut :

a.       Visi

Menghasilkan generasi muda islami yang bertakwa kepada Allah, berakhlak mulia, berbadan sehat, berwawasan luas, serta berhidmat kepada agama dan masyarakat.

b.      Misi

1.       Membangun kepriibadian santri dengan menanamkan dasar akidah, kesadaran beribadah dan perilaku mulia.

2.       Menumbuhkan sikap toleran, jiwa ukhuwah, rasa tanggung jawab dan semangat kemandirian.

3.       Menyiapkan kader umat islam  yang ikhlas, terampil, memiliki ghiroh islmiyah dan etos juang yang tinggi, mampu berperan sebagai perekat umat, semangat cinta tanah air.

c.       Motto

1.       Berbudi Tinggi (Noble Character)

2.       Berbadan Sehat (Sound Body)

3.       Berpengetahuan Luas (Broad Knowledge)

4.       Berfikiran Bebas (Independent Mind)

d.      Tujuan

Memperjuangkan umat islam melalui jalur pendidikan.

 

B. Struktur Organisasi

Komponen Organisasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar Yayasan Darul Mujahadah meliputi :

1.       Badan Pendiri Yayasan darul Mujahadah (pasal 7)

2.       Yayasan Darul Mujahadah ( pasal 9 )

3.       Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Darul Mujahadah ( Pasal 5; ayat 1 )

a.       Madrasah Tsanawiyah

b.      Madrasah Aliyah

B.1 . Susunan Pengurus Badan Pendiri

Ketua                           : Purn.Muhammad Barmawi

Wakil Ketua               : H.Hisyam Adnan

Sekretaris                  : H. Ali ma'muri, BA

Bendahara                 : Ali Tobrozi

Anggota                     : 1.  Muhammad Sayidi

2.    Drs.KH. Asrori Muhtarom

3.    H. Rodjichi Al Anshori, AMd

4.    H. Rodja'i Irawan, S.H

5.    Imamuddin Al Fahmy

6.    Mudlofar AF, S.Pd.

7.    Misbachul Munir

B.2 . Susunan Pengurus Yayasan Darul Mujahadah

Ketua                        : H.Hisyam Adnan

Wakil Ketua               : Drs.KH. Asrori Muhtarom

Sekretaris                  : Imamuddin Al Fahmy, S.Pd.I

Bendahara                 : Ali Ma'muri

Anggota                      : 1.  Muhammad Sayidi

2.    H. Rodjichi Al Anshori, AMd

3.    H. Rodja'i Irawan, S.H

4.    Mudlofar AF, S.Pd.

5.    Misbachul Munir