Kajian Fikih dan Akhlak : Tekankan Kesempurnaan Ibadah

Kajian Fikih dan Akhlak : Tekankan Kesempurnaan Ibadah

Darul Mujahadah, Sabtu, 28 Februari 2026 — Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Abu Bakar Pondok Pesantren Darul Mujahadah saat para santri mengikuti kegiatan kajian fikih dan akhlak yang disampaikan oleh Al Ustadz Ismail Marzuki, S.S. Kajian yang dilaksanakan secara rutin ini menjadi salah satu sarana bagi para santri untuk memperdalam pemahaman ilmu agama, khususnya terkait ibadah sehari-hari.


Dalam kajian tersebut, Ustadz Ismail Marzuki menyampaikan materi tentang pentingnya menjalankan ibadah dengan benar sesuai tuntunan syariat. Materi pertama yang dibahas adalah mengenai kesempurnaan sujud dalam shalat. Beliau menjelaskan bahwa terdapat tujuh anggota tubuh yang harus menempel ke tanah ketika sujud, yaitu dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki.


“Kesempurnaan sujud merupakan bagian dari kesempurnaan shalat. Sujud adalah momen paling dekat antara seorang hamba dengan Allah SWT, sehingga tidak boleh dilakukan dengan sembarangan,” jelas beliau di hadapan para santri.


Selanjutnya, kajian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Ustadz Ismail menerangkan bahwa makan, minum, dan melakukan hubungan suami istri pada siang hari di bulan Ramadhan termasuk perkara yang membatalkan puasa. Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa menjaga puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa.


Beliau juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa golongan yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa dengan alasan yang dibenarkan oleh syariat, seperti orang sakit, musafir, wanita hamil, wanita menyusui, serta orang lanjut usia yang tidak mampu menjalankan puasa. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan kasih sayang dan kemudahan bagi umatnya.


Di akhir kajian, Ustadz Ismail Marzuki menyampaikan pesan penting tentang akhlak. Ia menegaskan bahwa ibadah seperti shalat dan puasa tidak hanya menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan, tetapi juga harus mampu membentuk pribadi muslim yang sabar, disiplin, dan berakhlak mulia.


Para santri terlihat mengikuti kajian dengan penuh perhatian hingga kegiatan selesai. Antusiasme mereka menunjukkan semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu agama. Melalui kajian ini diharapkan para santri Pondok Pesantren Darul Mujahadah dapat semakin memahami tata cara ibadah dengan baik serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ditulis oleh adril banyu